Rabu, 17 November 2010
ARTI NATAL
"Ajarilah Anak-anak Arti Natal yang Sebenarnya."

Satu minggu sebelum Natal, saya kedatangan tamu. Begini ceritanya. Saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika saya mendengar suara berisik di ruang tamu. Saya membuka pintu kamar dan saya amat terkejut, Sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon Natal.
Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya. Malahan saya pikir saya melihat air mata di sudut matanya. "Apa yang sedang anda lakukan?" saya bertanya. "Saya datang untuk mengingatkan kamu … AJARILAH ANAK-ANAK!" kata Sinterklas. Saya menjadi bingung; apa yang dimaksudkannya?
Kemudian dengan suatu gerak cepat Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara saya berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata, "Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti Natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak."
Sinterklas merogoh ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini.
"Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah ke atas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga."
"Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah ke atas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga."
Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang. "Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, dan bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya." Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebatang LILIN.
"Ajarilah anak-anak bahwa Kristus adalah terang dunia, dan ketika kita melihat terang lilin kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan."
"Ajarilah anak-anak bahwa Kristus adalah terang dunia, dan ketika kita melihat terang lilin kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan."
Sekali lagi ia memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan cinta Sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta adalah kasih sayang yang terus-menerus - tidak hanya saat Natal tetapi sepanjang tahun."
Kemudian dari tasnya ia mengeluarkan hiasan SINTERKLAS. "Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati dan segala niat baik yang kita rasakan sepanjang bulan Desember."
Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah HADIAH dan berkata. "Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umatnya sehingga Ia memberikan anaknya yang tunggal…" "Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah sang bayi kudus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Hendaknyalah kita memberi dengan semangat yang sama dengan para majus."
Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk
tongkat dan menggantungkannya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya dan tersesat maka gembala datang dan menuntun mereka kembali. Batangan permen ini mengingatkan kita bahwa kita adalah penjaga saudara-saudara kita, sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan gereja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan Gereja. Selayaknyalah kita berdaya upaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik dan menuntun mereka pulang ke rumah."
tongkat dan menggantungkannya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya dan tersesat maka gembala datang dan menuntun mereka kembali. Batangan permen ini mengingatkan kita bahwa kita adalah penjaga saudara-saudara kita, sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan gereja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan Gereja. Selayaknyalah kita berdaya upaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik dan menuntun mereka pulang ke rumah."Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT. "Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat. Para malaikat itu bernyanyi, "Kemuliaan bagi Allah di surga dan damai di bumi bagi manusia." Sama seperti para malaikat di Betlehem, kita patut mewartakan Kabar Gembira tersebut kepada keluarga dan teman-teman: Immanuel - Tuhan beserta kita!
Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang saya dan saya melihat matanya telah bersinar kembali. Ia berkata, "Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari Dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya - Immanuel - Tuhan beserta kita. Kemudian, secepat datangnya, Sinterklas tiba-tiba pergi.Dan seperti biasa - Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah bagi saya dan anak-anak saya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu saya mengingat kembali arti Natal yang sebenarnya - dan arti kedatangan Yesus ke dunia. Dan saya tahu, bagi saya dan anak-anak, Natal ini akan menjadi Natal yang terindah - karena IMMANUEL ~ TUHAN BESERTA KITA!
sumber : News For Kids, Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
SK DAN KD PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SD
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK
UNTUK SEKOLAH DASAR (SD)
A. Latar Belakang
Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan berakhlak mulia serta peningkatan potensi spiritual. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujutan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Katolik adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Gereja Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.
Dari pengalaman dapat dilihat bahwa apa yang diketahui (pengetahuan, ilmu) tidak selalu membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Tetapi kemampuan, keuletan dan kecekatan seseorang untuk mencernakan dan mengaplikasikan apa yang diketahui dalam hidup nyata, akan membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Demikian pula dalam kehidupan beragama. Orang tidak akan beriman dan diselamatkan oleh apa yang ia ketahui tentang imannya, tetapi terlebih oleh pergumulannya bagaimana ia menginterpretasikan dan mengaplikasikan pengetahuan imannya dalam hidup nyata sehari-hari. Seorang beriman yang sejati seorang yang senantiasa berusaha untuk melihat, menyadari dan menghayati kehadiran Allah dalam hidup nyatanya, dan berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah bagi dirinya dalam konteks hidup nyatanya. Oleh karena itu Pendidikan agama Katolik di sekolah merupakan salah satu usaha untuk memampukan peserta didik menjalani proses pemahaman, pergumulan dan penghayatan iman dalam konteks hidup nyatanya. Dengan demikian proses ini mengandung unsur pemahaman iman, pergumulan iman, penghayatan iman dan hidup nyata. Proses semacam ini diharapkan semakin memperteguh dan mendewasakan iman peserta didik.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk Sekolah Dasar ini merupakan standar umum yang minimal. Minimal dalam konteks ini berarti mengandung dasar-dasar umum ajaran iman Katolik yang harus diketahui, dihayati dan diamalkan para peserta didik. Karena bersifat umum dan minimal maka dapat membuka peluang bagi pengayaan lokal sesuai kebutuhan sekolah setempat.
B. Tujuan
Pendidikan Agama Katolik (PAK) pada dasarnya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan untuk membangun hidup yang semakin beriman. Membangun hidup beriman Kristiani berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang memiliki keprihatinan tunggal, yakni Kerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan situasi dan peristiwa penyelamatan: situasi dan perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, kelestarian lingkungan hidup, yang dirindukan oleh setiap orang dari pelbagai agama dan kepercayaan.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Dasar mencakup empat aspek yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Keempat aspek yang dimaksudkan adalah:
1. Pribadi peserta didik; Aspek ini membahas tentang pemahaman diri sebagai pria dan wanita yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, kelebihan dan kekurangan dalam berelasi dengan sesama serta lingkungan sekitarnya.
2. Yesus Kristus; Aspek ini membahas tentang bagaimana meneladani pribadi Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan Allah.
3. Gereja; Aspek ini membahas tentang makna gereja, bagaimana mewujudkan kehidupan menggereja dalam realitas hidup sehari-hari.
4. Kemasyarakatan; Aspek ini membahas secara mendalam tentang hidup bersama dalam masyarakat sesuai dengan firman Allah/sabda Tuhan, ajaran Yesus dan ajaran Agama.
D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Kelas I, Semester 1
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Pribadi Peserta didik dan Yesus Kristus | |
| 1. Memahami pribadi dan lingkungannya serta kedatangan Yesus Kristus sebagai bukti kebaikan Allah, sehingga terdorong untuk mensyukurinya dan mampu mengungkapkan rasa syukurnya itu melalui doa | 1.1 Mengenal diri dan lingkungannya dan mensyukurinya sebagai karunia Allah |
| 1.2 Mengenal kisah penciptaan dan memahami bahwa Allah adalah Bapa Yang Maha Baik | |
| 1.3 Mengenal kisah kelahiran Yesus sebagai wujud kasih Allah yang Mahabaik dan memelihara |
Kelas I, Semester 2
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Kemasyarakatan dan Gereja | |
| 2. Memahami pribadi dan lingkungannya serta kedatangan Yesus Kristus sebagai bukti kebaikan Allah, sehingga terdorong untuk mensyukurinya dan mampu mengungkapkan rasa syukurnya itu melalui doa | 2.1 Mewujudkan rasa syukur, hormat dan kasihnya kepada Allah dan sesama 2.2 Mengungkapkan syukur, hormat dan kasihnya kepada Allah melalui doa-doa |
| |
Kelas II, Semester 1
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Pribadi Peserta didik, Kemasyarakatan dan Yesus Kristus. | |
| 1. Memahami karya penyelamatan Allah melalui tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama dan berlanjut pada Yesus Kristus sebagai puncak penyelamatan-Nya dan diteruskan oleh Gereja sehingga dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan diri dalam keterlibatan/perwujudan imannya dalam hidup bersama di tengah masyarakat | 1.1 Mengenal diri, lingkungannya, keterlibatan di dalamnya, dan menyadari bahwa Allah menyertainya 1.2 Siswa mampu berkomunikasi dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya 1.3 Mengenal dan memahami karya penyelamatan Allah yang dialami oleh tokoh-tokoh sebelum Yesus |
Kelas II, Semester 2
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Yesus Kristus dan Gereja | |
| 2. Memahami karya penyelamatan Allah melalui tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama dan berlanjut pada Yesus Kristus sebagai puncak penyelamatan-Nya dan diteruskan oleh Gereja sehingga dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan diri dalam keterlibatan/perwujudan imannya dalam hidup bersama di tengah masyarakat | 2.1 Memahami dan mengimani Yesus Kristus sebagai Putera Allah yang diutus untuk menyelamatkan dunia 2.2 Menanggapi panggilan Allah dengan percaya dan mengungkapkannya dalam wujud menghormati / menyembah serta berdoa kepada-Nya |
Kelas III, Semester 1
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Pribadi Peserta didik dan Yesus Kristus | |
| 1. Memahami tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Yesus Kristus, dan Gereja yang turut ambil bagian dalam karya Penyelamatan Allah, sehingga terdorong untuk makin mengenal dan terlibat dengan sesama dan lingkungannya | 1.1. Menyadari pertumbuhan dan perkembangan dirinya serta mengenal lingkungan yang dikaruniakan oleh Tuhan kepadanya sehingga ia dapat hidup dan berkembang 1.2 Mengenal dan memahami Yakub, Yusuf dan Musa yang turut ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah 1.3 Mengenal Yohanes Pembaptis, dan memahami karya-karya Yesus sehubungan dengan sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat |
Kelas III, Semester 2
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Gereja dan Kemasyarakatan | |
| 2. Memahami tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Yesus Kristus, dan Gereja yang turut ambil bagian dalam karya Penyelamatan Allah, sehingga terdorong untuk makin mengenal dan terlibat dengan sesama dan lingkungannya | 2.1 Memahami makna sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat serta Tata Perayaannya 2.2 Menyadari dan mengakui kelemahan dirinya sehingga terdorong untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa dalam hidup bermasyarakat |
Kelas IV, Semester 1
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Pribadi Peserta didik dan Yesus Kristus | |
| 1. Memahami pedoman hidup dari Allah yang disampaikan melalui tokoh-tokoh dalam Kitab Suci dalam upaya mengembangkan relasi dengan sesama; orangtua dan lingkungan sekitarnya serta berusaha mengembangkan hidup doa mereka | 1.1. Memahami bahwa Allah menciptakan dirinya sebagai makhluk yang unik, mengenali perasaan-perasaannya yang dapat mengganggu persahabatan, serta lebih memahami dan menerima lingkungan hidupnya sebagai karunia Allah 1.2 Memahami bahwa Allah setia pada janjiNya dengan memberikan pedoman hidup mendampingi dan memilih pemimpin umat dalam memasuki tanah perjanjian |
| |
Kelas IV, Semester 2
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Yesus Kristus, Kemasyarakatan dan Gereja | |
| 2. Memahami pedoman hidup dari Allah yang disampaikan melalui tokoh-tokoh dalam Kitab Suci dalam upaya mengembangkan relasi dengan sesama; orangtua dan lingkungan sekitarnya serta berusaha mengembangkan hidup doa mereka . | 2.1 Memahami bahwa Yesus adalah penyelamat yang dijanjikan Allah beserta karya-karya-Nya2.2 Memahami kehendak Allah bagi dirinya dalam bersikap terhadap orangtua, kehidupan diri dan sesamanya2.3 Berdoa secara spontan dalam doa bersama |
Kelas V, Semester 1
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Pribadi Peserta didik dan Yesus Kristus | |
| 1. Memahami adanya tantangan dalam mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah seperti dialami oleh tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Yesus Kristus dan para pengikut-Nya (Gereja), sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa Allah akan selalu menguatkan mereka melalui Roh Kudus, sehingga mereka mampu mewujudkannya dalam mengembangkan hidup bersama baik sebagai perempuan maupun sebagai laki-laki | 1.1. Menyadari dan memahami bahwa dirinya adalah perempuan atau laki-laki yang dipanggil oleh Tuhan untuk berkembang dan menghargai lawan jenisnya1.2 Memahami karya keselamatan Allah melalui keagungan dan keruntuhan kerajaan Israel 1.3 Mengenal dan memahami karya keselamatan Allah melalui peristiwa-peristiwa Yesus yang menyelamatkan |
Kelas V, Semester 2
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Yesus Kristus, Gereja dan Kemasyarakatan | |
| 2. Memahami adanya tantangan dalam mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah seperti dialami oleh tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Yesus Kristus dan para pengikut-Nya (Gereja), sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa Allah akan selalu menguatkan mereka melalui Roh Kudus, sehingga mereka mampu mewujudkannya dalam mengembangkan hidup bersama baik sebagai perempuan maupun sebagai laki-laki | 2.1 Mengenal dan memahami karya keselamatan Allah melalui peristiwa-peristiwa Yesus yang menyelamatkan 2.2 Memahami dan menghayati hidup baru dalam Roh Kudus yang terungkap melalui doa-doa dan diwujudkan dalam tindakan-tindakan jujur dan adil dalam Gereja 2.3 Memahami dan menghayati hidup baru dalam Roh Kudus yang diwujudkan dalam tindakan jujur dan adil dalam masyarakat |
Kelas VI, Semester 1
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Pribadi Peserta didik dan Kemasyarakatan | |
| 1. Memahami perjuangan tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Yesus Kristus sebagai tokoh puncaknya dan dilanjutkan para pengikut Kristus (Gereja) dalam upaya membangun kehidupan masyarakat sesuai dengan kehendak Allah, sehingga mereka mampu mewujudkannya dalam kehidupan mereka sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia | 1.1 Memahami dan menyadari bahwa dirinya adalah warga negara Indonesia dan warga dunia1.2 Memahami, mencintai dan mensyukuri keindahan Nusantara sebagai Karunia Allah1.3 Memahami dan menyadari adanya keanekaragaman dalam kesatuan di dalam negara RI |
Kelas VI, Semester 2
| Standar Kompetensi | Kompetensi Dasar |
| Yesus Kristus dan Gereja | |
| 2. Memahami perjuangan tokoh-tokoh Perjanjian Lama, Yesus Kristus sebagai tokoh puncaknya dan dilanjutkan para pengikut Kristus (Gereja) dalam upaya membangun kehidupan masyarakat sesuai dengan kehendak Allah, sehingga mereka mampu mewujudkannya dalam kehidupan mereka sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia | 2.1 Memahami dan menyadari kesetiaan Allah akan memenuhi janji-Nya untuk menyelamatkan umat manusia melalui para nabi 2.2 Memahami bahwa Allah membimbing bangsa Israel pulang dari pembuangan dan kerinduan bangsa Israel akan kedatangan seorang Mesias2.3 Memahami dan menyadari kesetiaan Allah akan janji penyelamatan melalui Gereja-Nya2.4 Memahami dan menyadari bahwa gereja adalah persekutuan umat beriman yang dijiwai oleh Roh Kudus melaksanakan tugas perutusan Yesus Kristus mewartakan Kerajaan Allah2.5 Memahami dan menyadari bahwa Gereja sebagai persekutuan yang melaksanakan tugas perutusan Yesus Kristus mewartakan Kerajaan Allah agar umat manusia memperoleh hidup kekal dalam Kerajaan Surga dan membantu umat manusia bebas dari kematian dalam neraka2.6 Memahami dan menyadari arti hati nurani dan hidup murni serta mampu hidup dalam doa sebagai ungkapan iman, harapan dan kasihnya sebagaimana diwartakan Kristus melalui Gereja-Nya |
E. Arah Pengembangan
Standar Komptensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik ini menjadi dasar bagi Gereja Katolik dalam hal ini Komisi Kateketik KWI, untuk menyusun kurikulum beserta indikator pencapaian kompetensi yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran dan penilaian.
(Dikutip dari Lampiran “Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar” pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah).
Langganan:
Postingan (Atom)